Senin, 19 Jun 2017 09:34

Komnas HAM Nyatakan Kasus Rizieq Bukan Kriminalisasi Ulama Featured

Komnas HAM Nyatakan Kasus Rizieq Bukan Kriminalisasi Ulama Tersangka Kasus Pornografi Rizieq Syihab

PROKLAMASI.co.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan kasus dugaan pornogragfi yang menjerat pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab bukan kriminalisasi terhadap ulama. Kasus tersebut dinilai murni merupakan proses hukum.

"Istilah kriminalisasi itu tak boleh mewakili golongan tertentu. Kriminalisasi Rizieq itu bukan kriminalisasi ulama, karena banyak ulama yang berseberangan pandangan dengan Rizieq," kata Komisioner Sub Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Muhammad Nurkhoiron.

Nurkhoiron mengatakan penyelidikan kasus yang menjerat Rizieq itu belum selesai. Kasus Rizieq Syihab masih ditangani oleh tim yang dipimpin oleh komisioner Komnas HAM lainnya yakni Natalius Pigai. Hasil penyelidikan kemungkinan akan disampaikan pada Juli 2017.

Komnas HAM saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan kriminalisasi terhadap aktivis Islam seperti Rizieq Syihab dan Al Khaththath. Presidium Alumni 212 telah meminta Komnas HAM untuk menyampaikan hasil rekomendasi atas penyelidikan mereka terhadap kasus Rizieq.

Namun, lembaga itu masih belum merampungkan penyelidikannya. Rizieq saat ini masih berada di Arab Saudi dan belum mau memenuhi panggilan kepolisian terkait dengan kasus dugaan pornografi yang menjeratnya. Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus percakapan Whatsapp berkonten porno dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.

Pihak kepolisian sudah mengajukan Red Notice kepada Interpol. Namun upaya tersebut gagal karena kasus pornografi tidak termasuk kategori kasus yang bisa dimintakan Red Notice ke Interpol.