Jumat, 06 Oktober 2017 11:24

Pemerintah Gandeng 100 Universitas Berantas Hoax Featured

Pemerintah Gandeng 100 Universitas Berantas Hoax Ilustrasi

PROKLAMASI.co.id - Dalam rangka meredam penyebaran berita hoax atau bohong di media sosial, pemerintah bekerja sama dengan lebih dari 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk melakukan literasi media sosial di kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Pemerintah, dalam hal ini Kominfo sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, untuk melakukan literasi media sosial di kalangan pelajar dan mahasiswa," jelas Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rositasari Niken Widyastuti pada Jumat (6/10/2017).

Niken mengatakan, pihaknya terus mendorong masyarakat di semua lapisan untuk menggunakan media sosial dengan sehat.

"Sehingga media sosial yang kita pakai jauh lebih sehat dengan konten-konten positif yang membawa manfaat, bukan saja bagi kita sendiri tetapi juga bagi komunitas, dan lebih dari itu bermanfaat bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Menteri Kominfo Rudiantara, lanjut Niken, juga sedang giat melakukan kunjungan ke pimpinan-pimpinan agama melalui MUI, NU, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma, dan Walubi.

"Melalui pimpinan agama-agama ini kita bekerjasama untuk menyelanggarakan literasi media sosial kepada pemuda-pemudi di masing-masing kelompok agama," ungkap Niken.

Ia mengatakan, literasi media sosial sangat penting. Pasalnya, masyarakat membutuhkannya untuk mengantisipasi bahaya di media sosial.

"Masyarakat kita belum dibekali dengan informasi yang cukup untuk menangkal informasi-informasi seperti ini, tidak ada proses chek dan rechek bahkan cenderung cepat-cepat menyebarkan. Ini yang tidak boleh terjadi lagi, sehingga literasi media sosial itu sangat penting kita gaungkan ke masyarakat," pungkas Niken.