Jumat, 24 November 2017 19:22

Anggap Polisi Tak Berani Sentuh Adik Menpora, KCB Minta KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Asian Games Featured

Anggap Polisi Tak Berani Sentuh Adik Menpora, KCB Minta KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Asian Games Massa dari KCB saat menggelar aksi di depan Gedung KPK pada Jumat (24/11/2017)
PROKLAMASI.co.id - Komunitas Cinta Bangsa (KCB) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 yang saat ini ditangani Polda Metro Jaya.
 
Ketua KCB, Imam Rahmatullah menilai Polda Metro Jaya lamban bahkan terkesan tebang pilih dalam mengusut kasus tersebut. Ia menduga ada keterlibatan Syamsul Arifin yang merupakan adik dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 5 miliar itu. Tapi polisi justru terkesan tak mampu untuk menyentuhnya.
 
"Syamsul Arifin adik Menpora disebut-sebut adalah aktor penyebab kerugian negara Rp 5 miliar lebih," kata Imam saat menggelar aksi di Gedung KPK pada Jumat (24/11/2017).
 
Dugaan adanya keterlibatan Syamsul dalam kasus tersebut, kata Imam, bukan tidak berdasar. Menurut Imam, nama Syamsul kerap disebut-sebut oleh para tersangka, yakni Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Indonesia (KOI), Deddy Iswandi dan Bendahara KOI, Anjas Rivai.
 
"Ini audit BPK lho. Masa Polda Metro lama sekali nangani kasus ini. Para tersangka, Sekjend & Bendahara KOI tiap diperiksa komentarnya nyebut adik Pak Menteri yang ngatur semua," kata Imam.
 
Imam mengatakan, semua pihak menginginkan Asian Games ini berjalan sukses tanpa dicederai oleh tindakan-tindakan yang merugikan negara. Sebab itu, segala dugaan korupsi harus diusut tuntas tanpa pandang bulu.
 
"Jangan didiamkan (Syamsul Arifin). Kita semua menginginkan Asian Games ini berjalan sukses, jangan cederai dengan tindakan yang merugiakan negara seperti ini. Mentang-mentang adik menteri terus seenaknya aja," imbuhnya.
 
Selain Syamsul Arifin, Imam juga menduga adanya keterlibatan Ketua Umum KOI, Erick Thohir dalam kasus korupsi tersebut. 
 
"Klo sekretaris & bendara sudah TSK, masa ketua KOI Erick Thohir ga diperiksa," ujarnya.
 
Sebab itu, kata Imam, KCB meminta KPK untuk mengambil alih kasus tersebut. "Kami minta KPK ambil alih ini kasus dan tuntaskan. Jangan tebang pilih, mau menteri, mau ketua KOI, kalau memang korupsi ya tersangkakan," pungkasnya.
 
Sekedar diketahui, penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sosiliasasi Asian Games 2018 itu. Ketiga tersangka itu adalah Dodi Iswandi selaku Sekjen KOI, Anjas Rivai selaku Bendahara KOI dan pengusaha Iwan Agus Salim selaku penyedia jasa.