Jumat, 13 Oktober 2017 09:42

Polisi Tetapkan 11 Tersangka dalam Kasus Pengeroyokan di Kemendagri Featured

Polisi Tetapkan 11 Tersangka dalam Kasus Pengeroyokan di Kemendagri Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono
PROKLAMASI.co.id - Polisi akhirnya menetapkan 11 dari 15 orang yang diamankan sebagai tersangka kasus pengeroyokan terhadap orang dan perusakan barang di Kantoe Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta Pusat. Polisi langsung melakukan penahanan terhadap kesebelas orang tersebut. Sementara 4"orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, polisi mengamankan 15 orang dan langsung melakukan pemeriksaan pasca-kericuhan yang terjadi di Kantor Kemdagri, Rabu (11/10) kemarin. Pada saat pemeriksaan, datang satu orang atas nama Wati Martha Kogoya -diduga pimpinan massa-, ke Mapolda Metro Jaya.
 
"Kami pilah-pilah perannya masing-masing apa. Jadi setelah kita lakukan pemeriksaan, kemudian gelar perkara, ada 11 orang yang statusnya kita naikkan jadi tersangka. Sesuai dengan peran dan (keterangan) saksi. Jadi 11 tersangka sudah kita tetapkan, dan lima orang termasuk ibu Wati itu belum, masih sebagai saksi," ujar Argo, Kamis (12/10).
 
Terkait motif pengeroyokan yang dilakukan massa, Argo menyebut bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontan.
 
"Itu kegiatannya spontan karena mereka sudah dua bulan di situ menunggu kepastian dari pada kementerian. Mungkin ini ada perbedaan pendapat karena sudah diatur, disengketa, kan sudah di MK. Saat kemarin tahu-tahu spontan, karena mungkin capek juga, jadi mereka mengatakan seperti itu. Sehingga spontan dia melalukan perusakan dan pelanggaran," ungkapnya.
 
Ia menyampaikan, 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka berperan merusak pot, merusak mobil, memecahkan kaca, melakukan penganiayaan, dan lainnya.
 
"Ya, 11 orang itu kita tahan. Mereka dikenakan Pasal 170 dan Pasal 406 KUHP," katanya.
 
Argo menambahkan, ada salah satu tersangka yang membawa senjata tajam. Alasannya hanya untuk menjaga diri. "Dia mengaku seperti itu menjaga diri. Mereka ada yang mahasiswa, ada yang karyawan di Jakarta," tandasnya.