Rabu, 27 September 2017 11:37

Selain Penindakan, Densus Anti Korupsi Juga Akan Lakukan Tindakan Preventif dan Preemtif Featured

Selain Penindakan, Densus Anti Korupsi Juga Akan Lakukan Tindakan Preventif dan Preemtif Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto
PROKLAMASI.co.id - Untuk pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Antikorupsi, Polri mengajukan anggaran sebesar Rp 975 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya operasional kinerja dari satuan kerja (satker) baru tersebut.
 
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto optimis dana sebesar itu bisa dikembalikan oleh Polri ke negara melalui penuntasan perkara korupsi yang dilakukan oleh Densus Antikorupsi.
 
"Kami harapkan dengan anggaran segitu, kami bisa kembalikan kerugian negara (lebih besar) dari jumlah anggaran yang kami minta," kata Setyo di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Selasa (26/9/2017).
 
Setyo menuturkan, dalam setahun terakhir Polri menangani 1.000 lebih perkara korupsi di seluruh Indonesia meskipun dengan anggaran yang terbatas.
 
Jenderal bintang dua ini berharap dengan keberadaan Densus Antikorupsi bisa lebih banyak kasus yang ditangani. Pengembalian kerugian negara atas pengungkapan korupsi bisa lebih besar.
 
"Tapi sebetulnya lebih penting pencegahan jangan sampai negara dirugikan kalau bisa," imbuh Setyo.
 
Ia mengingatkan tugas Densus Antikorupsibukan hanya represif penindakan korupsi. Satker itu nantinya juga melakukan aspek preventif dan preemtif.