Selasa, 26 September 2017 09:28

Telusuri Aliran Dana Nikahsirri.com, Polisi Gandeng PPATK Featured

Telusuri Aliran Dana Nikahsirri.com, Polisi Gandeng PPATK Pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi

PROKLAMASI.co.id - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana atau uang transaksi situs nikahsirri.com.

Berdasarkan penyelidikan sementara, lanjut Aris, hasil transaksi situs tersebut berjumlah Rp 5 juta.

"Memang ini terkesan rendah, tetapi penyidik dalam pemeriksaan ke depan akan mencoba bekerja sama dengan pihak PPATK untuk menelusuri jalur keuangan atau transaksi keuangan antara pihak pemilik situs dengan pihak klien. Mudah-mudahan dengan informasi dari PPATK nanti akan tergambar sangat jelas bentuk transaksi keuangannya," ujar Adi, Senin (25/9/2017).

Tersangka Aris Wahyudi alias AW, kata Adi, membenarkan kalau situs nikahsirri.com telah di-launching tanggal 19 September 2017.

"Pelaku juga membenarkan isi situs tersebut menggunakan keterlibatan pihak lain (klien dan mitra). Pihak klien adalah orang-orang yang masuk ke dalam situs sebagai member, dan pihak mitra adalah orang-orang yang bersedia untuk dijadikan mempelai wanita atau mempelai pria, termasuk juga kelengkapan yang lainnya seperti penghulu dan saksi," ungkapnya.

Menurutnya, orang yang ingin bergabung ke dalam situs itu harus membayar uang mahar sebesar Rp 100.000.

"Kemudian, orang-orang yang sudah membayar ini mendapatkan username dan passworduntuk digunakan melakukan kegiatan menggunakan aplikasi nikahsirri.comMember ini bisa berinteraksi dengan para mitra yaitu, orang-orang yang bersedia dijadikan mempelai wanita atau mempelai pria," katanya.

Sistem dalam situs itu semuanya mengedepankan satu bentuk pemenuhan atas mahar. Adapun mahar yang dimunculkan oleh para mitra. Misalnya ketika mitra A menilai dirinya pantas untuk dijadikan istri dengan mahar 200 poin, lalu mitra B dengan mahar 100 poin. Jadi nilai 200 dan 100 poin ini yang ditransaksikan oleh klien dengan mitra, melibatkan situs.

"Pemilik situs akan memotong 20 persen dari transaksi itu, 80 persennya akan diberikan kepada mitra-mitra yang bertransaksi," jelasnya.

Seseorang bisa menjadi mitra dimulai dari umur 14 tahun. Penyidik akan menyelidiki apakah dari 300 mitra yang terdaftar, ada yang berumur belasan atau masuk dalam kategori anak-anak.

"Kemarin kami bincang-bincang dengan pihak-pihak yang memberikan perhatian terhadap anak dan wanita, umur 14 tahun itu belum bisa dikategorikan sebagai orang dewasa, itu masih dikategorikan anak-anak. Makanya dari 300 mitra yang sudah terdaftar ini, akan kita cari tahu apakah ada orang-orang yang masih berumur belasan. Kalau ada nanti pelaku juga kita akan kenakan Undang-undang Perlindungan Anak," tegasnya.

Sementara berdasarkan penyelidikan ada sekitar 2.700 member atau klien yang mendaftar. "Sebagian besar member (klien) itu adalah laki-laki, kami belum mendapatkan member-member yang berkelamin wanita. Tetapi kami coba akan cari dari 2.700 ini apakah juga ada wanita," katanya.