Demokrat Kritik Keras Pernyataan Gatot Soal Isu Pembelian Senjata Featured

Senin, 25 September 2017 13:24
Demokrat Kritik Keras Pernyataan Gatot Soal Isu Pembelian Senjata Wasekjen Demokrat, Rachland Nashidik
PROKLAMASI.co.id - Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritik pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait isu penyelundupan 5.000 senjata ilegal. Menurur Rachland, Gatot tengah melakukan manuver politik.
 
"Perhatikan, saat Panglima TNI membocorkan 'data intelijen' bahwa ada institusi di luar TNI hendak membeli 5.000 pucuk senjata dengan mencatut nama Presiden Jokowi. 'Saya akan serbu', kata Jenderal Gatot," ujar Wasekjen PD Rachland Nashidik dalam keterangannya, Senin (25/9/2017).
 
Menurut Rachland, meskipun pernyataan tersebut disampaikan dalam forum tertutup, tak sepatutnya Gatot menyebar data intelijen. Ia mengatakan, tindakan Gatot adalah salah besar.
 
"Bukan kepada sesepuh dan purnawirawan TNI dalam acara yang diliput luas oleh wartawan dan dipandang sebagai upaya untuk menghimpun dukungan bagi manuver-manuver politiknya," sebut Rachland. 
 
Pernyataan Gatot yang ingin menyerbu pihak pembeli senjata menurut Rachland sangat fatal. Menurut Rachland, meski menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot tetap berada di bawah kendali Presiden Jokowi. 
 
"Dia tidak boleh mengeluarkan ancaman demikian karena seharusnya ia sadar dan patuh bahwa pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI bukan kewenangannya, melainkan kewenangan Presiden atas persetujuan DPR," tutur Rachland.