Gus Mus: Terlalu Angkuh Kalau dengan Mudah Mengatakan Orang Lain Munafik Featured

Selasa, 03 Oktober 2017 07:32
Gus Mus: Terlalu Angkuh Kalau dengan Mudah Mengatakan Orang Lain Munafik A Mustofa Bisri
PROKLAMASI.co.id - Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang KH A Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengajak masyarakat tidak saling menyalahkan.
 
"Orang Islam itu terbagi dua, yakni yang njobo njero (luar dalam) namanya mukmin dan yang luar tok namanya munafik," kata Gus Mus saat seminar kebangsaan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (2/10/2017).
 
Namun, kata Gus Mus, tidak kemudian bisa dengan mudah mengatakan seseorang yang masih berada dalam koridor sebagai orang Islam tersebut, sebagai munafik yang definisinya adalah percaya di luar tetapi tidak di dalam.
 
Ia mengingatkan, manusia hanya bisa melihat sesuatu sebatas dari luarnya atau lahiriyah, sementara apa yang di dalam atau bersifat batiniyah tidak bisa sehingga tidak semestinya kemudian saling menyalahkan.
 
"Kalau ada orang yang dengan mudah mengatakan orang lain munafik, menurut saya terlalu angkuh. Sebab, tidak ada orang yang tahu dalamnya orang. Kalau ciri-cirinya, iya, sudah diberitahu Rasulullah," kata dia.
 
Menurut dia, ulama, ustaz, akademisi atau siapa pun yang berbicara tentang Islam pasti mengatakan pedomannya adalah Alquranul Karim, tetapi apakah kelakuan dan perbuatannya sudah sesuai dengan apa yang dipedomani.
 
"Sekarang ini, yang namanya survei kan luar biasa. Pemilihan kepala daerah (pilkada), pemilihan presiden (pilpres) belum selesai sudah bisa mengetahui siapa pemenangnya. Tulung itu disurvei umat Islam di Indonesia," kata Gus Mus.
 
Yang perlu disurvei, kata Gus Mus, berapa persen dari umat Islam yang mayoritas di Indonesia yang bisa membaca Alquran, kemudian dari yang bisa membaca Alquran disurvei berapa persen yang mengerti makna Alquran.
 
"Dari sekian yang ngerti maknanya (Alquran), berapa persen yang mengamalkannya? Kalau ada penelitian seperti itu, Insya Allah bisa menyelesaikan masalah ke-Indonesia-an karena di Indonesia mayoritas umat Islam," kata Gus Mus.