Jari 98 Sinyalir Ada Motif Terselubung di Balik Aksi 299 Featured

Kamis, 28 September 2017 08:47
PROKLAMASI.co.id - Presidium Alumni 212 kembali akan menggelar aksi unjuk rasa menolak Perppu Ormas dan isu kebangkitan PKI di depan gedung DPR/MPR pada Jumat (29/9/2017).
 
Namun, Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) memiliki pandangan berbeda terkait aksi yang dikenal dengan aksi 299 itu. Tim investigasi Jari 98, Galib Arab mensinyalir ada motif terselubung di balik aksi tersebut, yakni politisasi dan tendensi dukungan ormas yang resmi dibubarkan pemerintah.
 
“Ini sebenarnya anak TK juga tahu ada permainan dibalik aksi 299. Ada politisasi sudutin pemerintah dengan mengemas cari simpati publik pakai isu PKI dan Perppu ormas, ini harus diwaspadai,” kata Galib.
 
Lebih lanjut, Galib mengakui dari hasil investigasinya selama ini bahwa sejumlah pihak selalu ingin memanfaatkan berbagai momentum aksi demo. Terlebih, kata dia, demo mengatasnamakan umat Islam yang mempunyai massa yang cukup banyak.
 
“Demo-demo ini cuma sasaran antara aja. Ngapain juga lagi demo di DPR ujung-ujungnya cuma ketemu Fadly Zon sama Fahri Hamzah. Bolak balik sambang kesana tapi gak tepat sasaran. Ranahnya kan sekarang MK kalau Perppu ormas, keblinger lama-lama pikirannya. Pakai cara isu PKI pula,” ujarnya.
 
Dengan demikian, lanjut dia, ada dugaan motif dan kepentingan dari aksi demonstrasi 299 sebagai upaya mengganggu kondusifitas masyarakat. Sebaiknya bijak lah untuk menyikapi hal tersebut tanpa perlu terus menerus aksi turun kejalan dengan trand mark angka-angka.
 
“Dampaknya banyak lho dari demo itu, macet da pasti kan. Berarti merugikan pengguna jalan atau rakyat yang cari rejeki. Security high cost pun akan terjadi. Bayangkan saja demo terus menerus, anggaran pengamanan pasti juga naik lah, yang rugi siapa jadinya. Duit rakyat cuma buat beginian. Aspirasi sudah tersalurkan semua kok masih aja demo-demo,” sebutnya.
 
“Isu PKI ini kan terus menerus didengungkan dan sengaja sasaran sebenarnya ke Presiden Jokowi. Ya kita tahu lah banyak yang pingin berkuasa ada juga yang gak sabaran ikutan berpolitik dan manfaatkan momen cari simpati. Ada ruang dialog kok untuk membahas hal ini dan solusinya ada. Semuanya sudah difasilitasi. Kalau ngelunjak ya gebuk balik aja,” kata dia sambil tertawa.
 
Dia melihat Jokowi sudah tegas disaat mereka (darah PKI) itu mendesak pemerintah meminta maaf kepada PKI namun justru Jokowi serukan gebuk PKI jika menemukannya. Pemerintah juga tidak melarang warga menonton film tentang PKI. Justru Presiden meminta agar film tersebut diperbarui supaya diterima generasi muda.
 
“Tidak tepat bila mendemo pemerintah karena isu kebangkitan PKI. Isu ini digoreng oleh pihak-pihak tertentu agar terlihat pemerintahan Jokowi saat ini pro-PKI. Tentu itu tidak benar,” sebutnya.
 
Maka itu, lanjut dia, jika seseorang berpikiran waras, dengan begitu bisa membedakan mana aksi yang ditunggangi kepentingan politik yang memanfaatkan umat Islam dan mana yang benar-benar tulus untuk kepentingan umat.
 
“Aksi 299 ini dilihat dari isunya saja sudah terlihat sebagai upaya mobilisasi umat Islam dengan tujuan yang sangat politis yakni pro HTI dan ormas yang akan dibubarkan karena anti Pancasila,” ucapnya.
 
“Mereka pasti manfaatkan momentum bila perlu umat ini diadu domba sesama kelompok muslim. Ibadah aja yang benar dan mari jaga persatuan dan kesatuan,” bebernya.