Jokowi: TNI Tak Boleh Masuk Kandang Politik Featured

Jumat, 06 Oktober 2017 11:13
Jokowi: TNI Tak Boleh Masuk Kandang Politik Presiden Joko Widodo
PROKLAMASI.co.id - ‎Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Ia mengatakan tugas  TNI adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.
"TNI tidak boleh terkotak-kotak politik, tidak masuk dalam kandang politik. TNI harus selalu hadir untuk menjamin keutuhan dan persatuan bangsa," kata Jokowi saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (5/10/2017).
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan pesan Jenderal Soedirman kepada prajurit TNI yang mengatakan politik TNI adalah politik negara. Politik negara artinya politik yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), politik untuk kepentingan bangsa dan rakyat, bukan politik demi kepentingan pribadi.
 
"Bahwa politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI hanya untuk kepentingan bangsa. Politik terhadap keutuhan dan persatuan bangsa, kesetiaan terhadap NKRI dan kesetiaan terhadap pemerintah yang sah," ujar Jokowi mengutip pernyataan Soedirman.
 
Jokowi menyampaikan terimakasih atas sikap profesionalisme TNI selama ini. Jokowi juga terimakasih atas kesetiaan prajurit terhadap sumpahnya yang setia menjaga Pancasila dan NKRI, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tunduh pada hukum dan patuh pada atasan. Dia berharap sikap-sikap seperti itu terus dijaga dan ditanamkan dalam diri prajurit guna kebesaran dan kewibawaan negara.
 
"Saya bangga dengan sumpah prajurit yang setia pada Pancasila dan UUD 45, tunduk pada hukum, taat pada atasan, menjalankan seluruh kewajiban, dan memegang teguh Sapta Marga. Kesemua ini adalah komitmen TNI terhadap negara," ujar Jokowi.
 
Dia meminta semua pihak, khususnya TNI agar waspada dan siaga terhadap berbagai ancaman terhadap negara ini. Terutama terhadap ‎upaya yang merongrong ideologi Pancasila dan memecah NKRI. Upaya itu bisa muncul dari luar maupun dari dalam negeri.
 
‎"Saya teringat naskah ikrar pada hari Kesaktian Pancasila yang kita selalu laksanakan di Lubang Buaya. Bahwa sejak kemerdekaan bangsa ini, telah banyak upaya merongrong dari luar maupun dari dalam. Itu semua bisa karena kurangnya kewaspadaan kita. Maka kita tidak boleh lengah. Kita harus bersatu-padu. TNI bersama seluruh rakyat harus menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ini," tutup Jokowi.