KNPI Nilai Perppu Ormas Sah dan Konstitusional Featured

Selasa, 25 Juli 2017 10:35

PROKLAMASI.co.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendukung langkah pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Perppu tersebut dianggap sah dan konstitusional.

"Perppu Ormas itu sah-sah saja dan konstitusional. KNPI memandang, kelahiran Perppu Ormas sudah dijamin Pasal 22 UUD 1945," ujar Ketua DPP KNPI Muhammad Risman Pasigai di sela-sela acara HUT ke-44 KNPI di Gedung KNPI, Kuningan, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Risman berharap, Perppu ormas bisa mendorong organisasi kepemudaan dan ormas membantu pemerintah menjaga NKRI dan Pancasila. Dengan Perppu ini, ormas-ormas anti-Pancasila dan NKRI layak dibubarkan.

"KNPI lahir untuk menjaga NKRI. Basis dari Perppu tentang Ormas itu adalah pluralisme dan menjaga NKRI. Jadi, Perppu ini bisa mendorong kaum muda menangkal radikalisme," tutur dia.

KNPI membutuhkan kehadiran pemerintah dalam menghadapi radikalisme. Dia berharap pemerintah bisa memastikan kebijakannya dapat mencegah pemuda ke arah radikalisme.

"Kami butuh dukungan pendanaan, kegiatan, dan program. Bagaimana mau menjalankan program kalau tidak ada pendanaan. Kalau sekarang KNPI tidak mendapat bantuan dana lagi dari pemerintah. Kalau dulu ada, sekarang tergantung sumber daya organisasi masing-masing," terang dia.

Risman juga mengatakan mendukung langkah pemerintah mebubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang bertentangan dengan Pancasila.

"Kalau HTI dan organisasi lainnya tidak mengakui atau bertentangan dengan Pancasila, maka kami siap untnuk berhadap-hadapan dengan organisasi tersebut. Ini demi kepentingan bangsa dan negara," tegas dia.

Meskipun demikian, KNPI tetap mendorong adanya langkah dialog antara pemerintah dengan anggota dan pengurus HTI. Para anggota HTI, kata dia, juga merupakan warga negara Indonesia. "Saya kira, sebaiknya diajak berdialog. Presiden dan pemerintah duduk dan berbicara bersama, karena anggota HTI juga adalah warga Indonesia," ujarnya.