Menko Polhukam Bantah Isu Penyelundupan 5.000 Senjata, Ini Fakta Sebenarnya Featured

Senin, 25 September 2017 08:19
Menko Polhukam Bantah Isu Penyelundupan 5.000 Senjata, Ini Fakta Sebenarnya Menko Polhukam Wiranto
PROKLAMASI.co.id - Publik belakangan ini dihebohkan dengan isu penyelundupan 5.000 senjata. Isu tersebut bermula dari pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyebut ada institusi di luar TNI dan Polri yang hendak membeli 5.000 senjata.
 
Menkopolhukam Wiranto pun membantah isu tersebut. Menurutnya, pengadaan senjata dilakukan oleh BIN sebanyak 500 senjata.
 
"Ini berbubungan dengan pembelian 500 senjata, bukan 5.000 oleh BIN. Senjata ini buatan Pindad," kata Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (24/9/2017).
 
Dijelaskan Wiranto, pembelian 500 senjata itu diperuntukkan untuk pendidikan intelijen yang dikelola BIN. Pembeliannya pun menggunakan dana APBN.
 
"Untuk pendidikan intelijen. Dan ini dilakukan oleh lembaga resmi. Bukan institusi di luar pemerintah," kata Wiranto.
 
Wiranto juga menepis anggapan yang mengaitkan pengadaan senjata ini dengan Presiden Jokowi. 
 
"Saya kira prosedur pembelian senjata tak perlu melibatkan Presiden," kata Wiranto.