Respon Pernyataan Panglima TNI, Menko Polhukam Tegaskan Pembelian Sukhoi Dilengkapi Senjata Featured

Jumat, 22 September 2017 14:18
Respon Pernyataan Panglima TNI, Menko Polhukam Tegaskan Pembelian Sukhoi Dilengkapi Senjata Menko Polhukam Wiranto

PROKLAMASI.co.id - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta pemerintah untuk tidak membeli pesawat tempur yang tidak dilengkapi dengan persenjataan lengkap.

Menko Polhukam Wiranto pun menanggapi pernyataan orang nomor satu di tubuh TNI itu. Ia menegaskan pembelian pesawat Sukhoi SU-35 bukan hanya mendatangkan unitnya, tetapi juga dilengkapi persenjataan lengkap.

Selain itu, dia juga mengingatkan, pembelian Sukhoi ini menggunakan timbal dagang yang memiliki banyak keuntungan.

"Jadi, kita akan melengkapi Sukhoi untuk mengganti F5. Kan, sudah beli delapan, kita akan beli 11, cuma caranya beda. Kita beli dengan imbal dagang. Lima puluh persen kita akan bayar dengan komoditas yang ada di kita. Satu berarti kita bisa menjual komoditas ke luar negeri. Tambahannya dalam perjanjian pembelian nanti, maka persenjataan lengkap," ucap Wiranto.

Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu mengingatkan, kerja sama ini akan ada alih teknologi, di mana kontennya dari dalam negeri dan berlangsung selama lima tahun.

"Yang kedua ada alih teknologi untuk berangsur-angsur. Kontennya nanti adalah 80 persen dari dalam negeri. Itu berangsur-angsur lima tahun. Nanti peningkatannya dari 30 persen meningkat 10 persen setiap tahun," jelas Wiranto.

Selain itu, masih kata dia, Indonesia juga bisa mendirikan pabrik sparepart untuk Sukhoi. Sehingga semakin membuat teknologi Indonesia berkembang.

"Kita juga nanti akan membuat pabrik sparepart di Indonesia dalam rangka alih teknologi Sukhoi itu. Kita dapat satu kesempatan untuk mempelajari teknologi yang lebih maju tentang pesawat terbang," pungkas Wiranto.