Soal Isu Pengadaan Senjata, Presiden Sudah Minta Penjelasan Panglima TNI Featured

Rabu, 27 September 2017 13:47
Soal Isu Pengadaan Senjata, Presiden Sudah Minta Penjelasan Panglima TNI Presiden Joko Widodo
PROKLAMASI.co.id - Presiden Joko Widodo mengajy sudah bertemu dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo perihal isu pengadaan senjata yang dilontarkan Gatot. Pertemuan itu berlangsung di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (27/9/2017) malam, saat Jokowi tiba dari kunjungan kerja di Provinsi Bali.
 
"Ya tadi malam, setelah saya dari Bali, (Panglima) sudah bertemu saya di Halim. Sudah dijelaskan," kata Jokowi kepada wartawan di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (27/9/2017).
 
Namun, Jokowi tidak mau mengungkapkan soal penjelasan yang disampaikan Panglima kepadanya. Menurut dia, tidak semua informasi bisa disampaikan ke publik.
 
Jokowi justru meminta publik untuk mengacu pada pernyataan yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.
 
Wiranto sudah meluruskan informasi yang disampaikan Panglima. Menurut dia, memang ada pembelian senjata oleh Badan Intelijen Negara (BIN) kepada PT Pindad sebanyak 500 pucuk, bukan 5000 pucuk.
 
Senjata itu dibeli untuk keperluan sekolah intelijen BIN. Senjata yang dipesan BIN memang berbeda dengan senjata yang biasa digunakan oleh militer Indonesia. Sebab itu, kata Wiranto, izin pembelian cukup ke Mabes Polri dan tidak perlu ke Mabes TNI.
 
Wiranto mengakui ada kesalahan komunikasi antara Panglima dengan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
 
"Saya kira penjelasan dari Menko Polhukam sudah jelas. Saya kira tidak usah saya ulang lagi," ucap Jokowi.