Jumat, 13 Oktober 2017 08:45

Kapolri Minta Anggotanya Segera Mundur dari Kepolisian Jika Mau Maju Pilkada Featured

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Kapolri Jenderal Tito Karnavian

PROKLAMASI.co.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian berbicara terkait beberapa anggotanya yang berniat maju dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018. Ia meminta anggotanya untuk mundur dari anggota Polri jika mau maju sebagai calon kepala daerah.

"Kalau seandainya memang yakin mau maju, nggak ada salahnya untuk as soon as possible selesai secepat mungkin. Sudah yakin, ya mundur saja," kata Tito di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu kemudian menyebut nama anggotanya yang mau maju dalam pilkada mendatang. Ia menyarankan agar yang bersangkutan sebaiknya mengundurkan diri demi menghindari anggapan penyalahgunaan kewenangan.

"Yang saya tahu baru Kakor Brimob (Irjen Murad Ismail) yang akan mencalonkan Gubernur Maluku," ucap dia. 

Namun demikian, Tito mengatakan tahapan penetapan pasangan calon di pilkada dimulai pada Februari 2018. Tito menyebut, sebelum tahapan itu, anggota yang punya niat masih boleh berkarier di Polri. 

"Sebelum Februari awal, mereka masih boleh jadi anggota polisi. Tapi saya berharap supaya tidak ada conflict of interest sebagai anggota Polri. Kalau memang sudah yakin mau maju, lebih baik mengundurkan diri," sebut Tito. 

"Menurut aturan, dia tak menjadi anggota Polri itu, pengunduran diri, kalau sudah ditetapkan. Jadi kalau ditetapkan nggak boleh dia jadi anggota polisi, yaitu awal Februari," jelas Tito. 

Tito pun menjamin Polri netral dalam pilkada mendatang. Hal itu menjadi komitmen Presiden Joko Widodo dan dirinya sebagai orang nomor satu di Polri.

"Yang jelas kan perintah Presiden posisi netral, perintah Kapolri posisi netral, kapolda saya perintahkan netral, semua. Jadi kalau nanti ada yang berkontestasi anggota Polri, silakan gunakan mekanisme partai yang ada karena Polri tidak berpolitik praktis, bersikap netral. Kita tidak akan ikut campur kepada upaya memenangkan anggota Polri ikut pilkada. Itu urusan mereka," pungkasnya.