Rabu, 27 September 2017 12:45

Panas! Gerindra Tuding PKS Tak Beretika Featured

Panas! Gerindra Tuding PKS Tak Beretika Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi
PROKLAMASI.co.id - Hubungan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait Pilgub Jawa Barat 2018 sepertinya semakin memanas. Hal ini setelah PKS bermanuver melakukan penjajakan koalisi dengan PAN.
 
Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi geram dengan manuver partai pimpinan Sohibul Iman itu. Ia bahkan menyebut PKS tak memiliki etika.
 
"Langkah PKS, untuk Gerindra Jabar, sangat kontraproduktif untuk memperbaiki kerja sama dan kami anggap tidak memiliki etika dalam kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar," ujar Mulyadi kepada wartawan, Rabu (27/9/2017).
 
Menurut Mulyadi, mungkin PKS Jabar merasa dapat langsung bermanuver ke pusat dan menganggap keberadaan Gerindra di daerah tidak penting. Seharusnya, menurut Mulyadi, PKS Jabar mempertimbangkan pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal Pilgub Jabar.
 
"Padahal Pak Prabowo sudah menegaskan bahwa untuk Pilgub Jabar beliau akan mendengarkan rekomendasi Gerindra Jabar. Ini (PKS) malah mendahulukan ketemu DPW PAN Jabar untuk bahas Pilgub Jabar 2018," ujar Mulyadi. 
 
Secara tidak langsung, kata Mulyadi, jajaran pengurus DPD dan DPC Gerindra se-Jabar dianggap tidak ada oleh DPW PKS Jabar. Hal ini kembali membuat Gerindra tidak nyaman.
 
"Justru langkah DPW PKS ini akan mempertegas sikap untuk mencabut pernyataan dukungan yang diskenariokan PKS," jelas dia. 
 
"Sikap ini untuk menjaga marwah partai Gerindra Jabar yang sama sekali tidak 'dianggap' oleh PKS," sambung Mulyadi.
 
Lebih lanjut, Mulyadi mengaku telah mengontak Ketua DPW PAN Jabar Hasbullah soal rencana pertemuan dengan PKS. Menurut penuturan Mulyadi, Hasbullah membantah pertemuan itu. 
 
"Baru saja saya konfirmasi ke Ketua DPW PAN Pak Hasbullah, beliau membantah sudah diajak bicara terkait Pilgub oleh DPW PKS," tegas Mulyadi.
 
Sebelumnya, Gerindra dan PKS sepakat untuk berkoalisi di Pilgub Jabar 2018 dengan mengusung Deddy Mizwar-Syaikhu. Namun, belakangan, Gerindra menyatakan akan mempertimbangkan kembali skenario tersebut. Pasalnya, pasangan tersebut dinilai belum siap.