Kamis, 25 Mei 2017 16:46

Bom Kampung Melayu, Serangan Teroris Global Tebar Ketakutan Featured

Bom Kampung Melayu, Serangan Teroris Global Tebar Ketakutan ledakan kampung melayu

PROKLAMASI.co.id – Bom meledak di sekitaran halte busway Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017) malam. Bom meledak dua kali sekitar pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB.

Lima orang tewas, dan belasan orang luka-luka. Korban lainnya, masyarakat dalam bayang-bayang ketakutan. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul,  mengatakan, pelaku bom tersebut diduga kuat adalah ISIS. Dalam waktu berdekatan, ISIS melancarkan serangan ke banyak negara.

"Memang ada peristiwa peledakan yang kami duga adalah low explosive. Kami duga pelakunya adalah dari jaringan ISIS," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Martinus Sitompul, Kamis (25/5).

Serupa, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, serangan ISIS sebelumnya dilancarkan di Manchester Inggris saat konser, tak lama juga ada serangan di Filipina. Di Filipna, kata dia, bahkan terjadi kontak senjata dengan aparat setempat. Tak lama berselang, serangan itu menyasar Indonesia.

"Ada serangan di Manchester, Inggris, saat konser Ariana Grande. Kita juga mendengar di negara tetangga kita, Filipina, ISIS menyerang kota Marawi. Menurut saya, ini adalah bagian dari serangan global," ungkap Irjen Setyo.

Setyo mengaku pihaknya sudah menduga akan terjadi serangan di Indonesia. Namun, pihaknya mengakui, tempat dan tanggal serangan itu tidak diketahui secara persis. “Tidak tahu kapan dan di mana serangan itu akan dilancarkan,” katanya.

Pemerhati terorisme, Muhammad Jibriel Abdul Rahman, mengatakan, dari ciri dan karakter serangan, pelaku bom Kampung Melayu adalah ISIS. Saat ini, mereka sedang melancarkan serangan secara global.

"Ini worldwide war (perang global). Pemanasannya kemarin di Manchester, sekarang di sini, untuk menyambut Bulan Ramadan," kata Jibriel.

Target dari serangan itu, adalah menciptakan teror ketakutan dalam masyarakat. Sehingga, Indonesia dan dunia secara keseluruhan, tetap mengakui superioritas ISIS. Karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta masyarakat arif dan bijaksana dalam mentikapi peristiwa bom Kampung Melayu.

Saat ini, sudah ada gerakan perlawanan dengan hastag #KamiTiakTakut. Tetapi, gerakan itu mesti didukung oleh masyarakat secara luas agar teror ketakutan itu tidak makin menyebar.

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, mencontohkan, sikap arif itu tidak menyebarluasan konten kengerian. Sebab, ketakutan sebagai akibat dari sebuah peristiwa terorisme adalah teror yang sebenarnya.

"Masyarakat jangan terpancing. Kejadian di Kampung Melayu mungkin hanya memakan tujuh korban luka dan jiwa, tapi ketika gambar atau video potongan tubuh korban disebarluaskan, jutaan orang akan menjadi korban baru," kata Andi. (SUM)