Jumat, 19 Mei 2017 12:03

G-20 Dipastikan Hoax Featured

G-20 Dipastikan Hoax aksi

PROKLAMASI.co.id - Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei 2017 besok rupanya dijadikan alat bagi sebagian kelompok anti pemerintah untuk menebarkan provokasi dan fitnah. Provokasi ini ditandai dengan munculnya meme serta selebaran-selebaran yang berisi seruan aksi nasional untuk menumbangkan rezim Joko Widodo. 

Yang lebih kejam, provokasi ini muncul dalam selebaran foto kebakaran di berbagai tempat, yang menunjukkan seolah-olah momentum pergerakan nasional untuk menurunkan Jokowi sudah dimulai menjelang Harkitnas.

Padahal, dari hasil penelusuran Proklalamasi.co.id, secara umum diketahui belum ada rencana pergerakan massa secara massif pada 20 Mei 2017 seperti pesan berantai yang menyebut ada G20 yang akan aksi di DPR/MPR menuntut pemerintah turun. Pihak BEM SI sendiri telah membantah menginisiasi Gerakan 20 Mei seperti dalam pesan berantai. Patut diduga pesan tersebut dibuat oleh kelompok yang sengaja ingin membuat gaduh situasi dengan membentuk opini melalui broadcast cyber.

Meski demikian, upaya antisipasi aparat penegak hukum tetap perlu digandakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelompok yang terpengaruh oleh hasutan yang disebar melalui broadcast message WA maupun cyber media lain. Sebab, momentum Harkitnas, ditambah dengan peringatan reformasi 98, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh kelompok kontra pemerintah melakukan gerakan mendiskreditkan pemerintah. 

Presiden BEM ITB yang juga pengurus BEM SI Panji Laksono saat dihubungi Proklamasi.co.id mengakui, pihaknya tidak pernah merencanakan aksi untuk tanggal 20 Mei. Yang ada adalah aksi tanggal 22 Mei, itupun belum fix. “Tanggal 20 kita gak ada aksi. Aksinya tanggal 22, tapi belum fix, katanya belum lama ini. Ia menyebut finalisasi mengenai aksi ini baru akan dilakukan akhir pekan ini. 

Di antara pesan berantai itu, ada pula yang mencatut nama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). PB HMI dikabarkan akan turun untuk menggelar aksi bersama BEM SI pada tanggal 20 Mei.

Setelah ditelusuri, kabar tersebut dibantah. Salah satu pengurus PB HMI yang kami temui justru menegaskan bahwa pihaknya sama sekali belum ada rencana apalagi membahas mengenai aksi tersebut. Menurutnya, kabar tersebut murni dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. 

“Kalau pesan berantai yang beredar di WAG, itu jelas fitnah. Gak ada. Kita belum ada rencana ke situ,” kata sumber internal PB HMI yang tidak bisa kami sebutkan namanya. 

Dari kalangan Ormas-ormas Islam juga muncul pengakuan yang sama. Parmusi misalnya, yang juga dicatut dalam pesan berantai itu mengatakan, hingga saat ini belum ada imbauan atau ajakan yang mengarah pada aksi Harkitnas. Ia pun menegaskan pesan tersebut hoax. 

“Di kami belum ada imbauan aksi untuk tanggal 20,” kata Ketua Departemen Media Parmusi, Bapak Sahrudi, ketika dihubungan melalui sambungan telepon.

Namun demikian, isu mengenai aksi Harkitnas tidak berarti gagal. Ada sejumlah kelompok pergerakan seperti BEM SI yang merencanakan aksi untuk tanggal 22 Mei. Namun ketika ditanya kesiapan, dari sampul-sampul pergerakan yang kami temui mengaku belum final. BEM SI sendiri masih melakukan konsolidasi internal terkait aksi tanggal 22 Mei. 

“Sementara sedang konsolidasi,” kata Panji Laksono.

Bahkan, pengurus BEM SI di Solo Jawa Tengah sudah menyiapkan satu bus untuk mengangkut mahasiswa ke Jakarta. “Kita sudah siapkan satu bus. Sekitar 50 orang yang akan ke Jakarta,” kata Ilham yang juga Sekretaris Jaringan BEM UNS Solo itu saat dihubungi, Kamis, 18 Mei 2017. (wp/prok)