Minggu, 21 Mei 2017 11:18

Jangan Terprovokasi! Video Kerusuhan di Kalbar Hoax Featured

Jangan Terprovokasi! Video Kerusuhan di Kalbar Hoax istimewa
PROKLAMASI.co.id - Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto akhirnya angkat bicara mengenai beredarnya video yang seolah-olah menggambarkan kerusuhan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Menurutnya, video tersebut adalah video lama yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan dengan aksi kemarin.
 
Sambil menunjukkan foto-foto dan video yang sempat viral, Rikwanto memastikan bahwa video serta gambar-gambar provokatif tersebut adalah hoax.
 
Rikwanto mengakui bahwa memang terjadi dua aksi yang sama-sama melibatkan massa, yakni Pekan Gawai Dayak (PGD) yang terpusat di Rumah Radakng Pontianak serta Aksi Bela Ulama yang terpusat di Masjid Raya Mujahidin. Menurut Rikwanto, hingga acara selsai pihaknya berhasil mengamankan situasi. "Tidak terjadi penganiayaan maupun pengrusakan dalam kegiatan tersebut,” kata Rikwanto, Sabtu (20 Mei 2017). 
 
Menurut Rikwanto, kelompok aksi Bela Ulama mulai menggelar longmarch pukul 13.00 WIB. Aksi ini digelar dalam rangka menolak acara pawai kendaraan hias kelompok Dayak serta menyampaikan tuntutan agar Polda Kalbar menindaklanjuti laporan terkait pernyataan Gubernur Kalbar yang viral serta meminta Polda untuk mengamankan apabila ada ulama yang datang ke wilayah Kalbar.
Jelang 1 jam dari gelaran Longmarch aksi Bela Ulama, kelompok Dayak melakukan pawai kendaraan hias yang diikuti oleh seluruh perwakilan kabupaten di wilayah Kalbar. Namun, tidak ada bentrok antara keduanya. 
"Yang terjadi ada sempalan salah satu kelompok masuk Jalan Gajah Mada dan dihadang oleh Polri dan TNI sehingga mereka kembali," ujar Rikwanto.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Erwin Triwanto. Menurutnya, selama gelaran aksi tersebut, sama sekali tidak ada insiden benturan maupun kekerasan fisik. Ia pun meminta supaya masyarakat tidak terpancing oleh munculnya video, meme, serta celotehan provokatif yang menggambarkan kerusuhan di Kota Pontianak. Ia mematikan video tersebut adalah video lama yang tidak ada kaitan dengan aksi kemarin. 
“Kebanyakan merupakan foto-foto lama yang tidak kaitannya dengan dengan kegiatan hari ini,” kata Erwin. 
Hingga saat ini, situasi masih terpantu aman. Tidak ada tanda-tanda akan terjadi rusuh, walaupun diakui masih ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana. 
“Jangan sampai masyarakat terpancing dengan situasi tersebut,” katanya dalam sebuah rilis yang diterima proklamasi.co.id, Minggu (21 Mei 2017).
Itu sebabnya, hingga saat ini polisi masih terus melakukan patroli untuk memastikan kondisi di Pontianak aman. Seperti diakui Rikwanto, lokasi kegiatan Gawai Dayak tetap dijaga oleh pasukan terbuka, dan akan dilakukan patroli skala besar nanti malam oleh jajaran Polri dan TNI.

Rikwanto juga menunjukkan sejumlah gambar yang merupakan potongan dari video-video yang tersebar seharian ini. Gambar-gambar itu dilabeli hoax. (wp/prok)