Jumat, 09 Jun 2017 12:31

Setengah Mati Bela Tersangka Pornografi Featured

PROKLAMASI.co.id - Rizieqer, sebutan untuk para pendukung Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, terus melakukan segala macam cara untuk membela dan mempertahan martabat dan kehormatan Habib Rizieq yang kini tengah diburu kasus pornografi berupa chat mesum yang diduga kuat dilakukan bersama Firza Husein, perempuan yang diakui sebagai salah seorang santri Rizieq.

Sayangnya, cara yang ditempuh untuk membela Rizieq kerap dilakukan dengan cara-cara yang hina dan tidak bertanggungjawab. Salah satunya adalah dengan cara mencatut nama tokoh-tokoh besar dengan menampilkan pernyataan palsu seolah-olah mendukung Rizieq.

Mutakhir, tokoh yang kena fitnah dan pelintiran isu adalah Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Hal ini tercermin dalam sejumlah pemberitaan media pro FPI yang memelintir pernyataan JK secara tidak bertanggungjawab. JK dijerumuskan ke dalam arus opini yang mereka bentuk sendiri bahwa apa yang menimpa Rizieq Syihab saat ini adalah rekayasa Polri untuk menjatuhkan martabatya.

Pernyataan JK ini tidak hanya beredar melalui link berita, tetapi juga dalam bentuk screenshoot yang bedar di sejumlah grup WhatsApp.

Dalam pesan berantai berupa screenshoot yang diterima proklamasi.co.id, hari ini Jumat (9/6), JK ditampilkan seolah menyerang Polri. JK dan Polisi diadu-domba untuk meraih dan mendapatkan simpati publik.

“Gempar!!! Jusuf Kalla.. Kasus yang dilemparkan kepada Habib Rizieq adalah rekayasa polisi dan itu jelas fitnah untuk menjatuhkan nama Rizieq seorang pembela Islam. Sekali lagi saya tegaskan itu adalah palsu dan fitnah. Semua yang terlibat akan menerima balasannya,” demikian bunyi pesan yang seolah-olah keluar dari Pak JK.

Pernyataan ini beredar luas setidaknya dalam seminggu terakhir di berbagai jejaring sosial media, tak terkecuali grup-grup WhatsApp.

Setelah ditelusuri, ternyata Pak JK tidak pernah mengeluarkan kata-kata demikian. Saat ditemui beberapa waktu lalu di Hotel Bidakara, JK justru memasrahkan kasus tersebut ke Kepolisian. Jika benar kasus itu, kata JK, maka Rizieq pantas disanksi.

“Jika percakapan itu benar, Habib Rizieq akan terima sanksi dunia akhirat,” kata Jusuf Kalla saat ditemui wartawan di Hotel Bidakara, minggu lalu (31/1/2017).

Bahkan sebelumnya, JK sempat melempar imbauan agar Rizieq menaati proses hukum yang tengah berlangsung di kepolisian.

“Tentu kita harapkan semua taat hukum, termasuk Rizieq,” kata JK di kediamannya di Jl, Diponegoro, Jakarta, Selasa (23/5/2017) lalu.

Tokoh lain yang juga pernah diseret dalam kepentingan para pendukung Rizieq adalah Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi, salah satu pesantren NU terbesar di jawa Timur. Ya, tokoh ulama panutan di Jawa Timur ini dicatut namanya seolah menjadi bagian dari pendukung Rizieq Syihab.

“Jangan salahkan umat Islam bergerak bila Habib Rizieq didzalimi. Beliau adalah cucu nabi. Seorang muslim mendapatkan hidayah, Islam, beriman, masuk surga, terhindar dari neraka, dll. merupakan sebab dari Rosulullah SAW. Narkoba lebih berbahaya daripada memburu Habib Rizieq yang belum tentu bersalah,” demikian bunyi penggalan pesan yang beredar.

Meme ini tak hanya menampilkan quote-quote Kiai Abdullah, bahkan gambarnya pun dipampang, menunjukkan Sang Kiai pasang badan membala Rizieq Syihab.

Pesan ini banyak disebarkan oleh akun-akun yang berafiliasi dengan kelompok FPI di berbagai jejaring sosial media. Salah satunya oleh akun @LaskarCyberMus1. Akun ini merupakan salah satu akun yang terus menerus mempromosikan dan mendukung FPI.

Namun setelah dikonfirmasi kepada Kiai Abdullah oleh salah seorang santri Lirboyo, Kiai Abdullah membantahnya. Menurut Kiai Abdullah, dirinya tidak pernah menyatakan seperti disebarkan oleh aktivis Front Pembela Islam itu.

“Maaf itu tidak benar. Saya tidak mendukung kekerasan dari kelompok manapun. Dan keras atau radikal menyalahi agama dan menyalahi negara,” demikian klarifikasi langsung KH Abdullah Kafabih saat dikonfirmasi oleh santrinya melalui pesan WhatsApp.

Bahkan, masih dalam pesan WA tersebut, Kiai Abdullah menegaskan bahwa Pancasila, Bhunneka Tunggal Ika, UUD 45, NKRI wajib dijaga oleh segenap bangsa Indonesia, termasuk umat Islam sendiri, dari hal-hal yang dapat merusak.

Fitnah keji yang mencatut nama kiai besar di Jawa Timur dan merupakan tokoh NU ini dibongkar pertama kali oleh akun @KangSantryyy yang adminnya merupakan santri Ponpes Lirboyo. “Meme yang mengatasnamakan Yai Kafa itu dusta. Selama ini mereka rajin menyebarkan meme ulama NU yang seolah mendukung dan memuji FPI,” katanya di akun Twitternya itu. (wp/prok)