Sabtu, 20 Mei 2017 10:01

Persaingan Big Four, Drama Liga Inggris Belum Berakhir Featured

Persaingan Big Four, Drama Liga Inggris Belum Berakhir Logo Liga Inggris 2016 - 2017.

Proklamasi.co.id - Chelsea sudah memastikan diri menjadi juara Liga Inggris. Tapi, jadwal terakhir musim ini, yang akan berlangsung Ahad malam, 21 Mei 2017, masih menyisakan sedikit ketegangan. Pertarungan mengisi tempat tersisa di posisi empat besar masih menarik dinantikan.

Sejauh ini, posisi pertama dan kedua memang sudah terisi. Pemuncak klasemen Liga Inggris, Chelsea, sudah tidak mungkin tergusur lagi meski seandainya pun kalah di pertandingan terakhir melawan Sunderland di Stamford Bridge, Minggu (21/5/2017).

The Blues Chelsea sudah mengemas 90 poin dari 37 laga. Sementara Tottenham Hotspur yang berada di urutan kedua baru mengantongi 83 poin. Dengan hanya satu laga tersisa, Spurs dipastikan sudah tidak akan mungkin lagi menggusur Chelsea.

Tottenham Hotspur tidak terkejar lagi oleh Manchester City yang menguntit di urutan ketiga dengan 75 poin. Sebab The Citizen hanya mampu mengemas maksimal 78 poin pada akhir musim.

Drama Belum Berakhir

Drama belum berakhir. Persaingan big four belum usai. Akan ada perebutan tiket Liga Champions (posisi 4 klasemen) antara Arsenal dan Liverpool.  Manchester City juga masih mungkin gagal masuk 4 besar bila kalah di laga pamungkas dan pada saat sama Arsenal dan Liverpool menang dengan skor besar.

City kini di posisi ketiga dengan nilai 75, diikuti Liverpool (73) dan Arsenal (72).

City akana melawan Watford pada laga pamungkasnya. Liverpool menghadapi Middlesbrough, sedangkan Arsenal ditantang Everton. Melihat posisi dalam klasemen dan lawan yang dihadapi, Arsenal memang dalam posisi yang tak menguntungkan. Kecuali hal dramatis terjadi, mereka kemungkinan besar akan gagal merebut tiket Liga Champions yang selama ini jadi langganan mereka.

Di Liga Inggris apapun bisa terjadi. Kemenangan yang sudah di depan mata bisa seketika sirna. Seperti yang pernah dialami oleh Manchester United saat gagal merebut gelar juara 2011-12. Peluang keluar sebagai juara pupus hanya dalam waktu 4 menit.

Seperti diketahui, hingga laga terakhir, dua tim bertetangga, Manchester City dan Manchester United memiliki poin yang sama. Namun Manchester City hingga pekan terakhir berada di puncak klasemen karena unggul selisih gol atas tetangganya.

Di laga pamungkas, MU berhasil menjebol gawang Sunderland lewat Wayne Rooney pada menit ke-39. Namun pada pertandingan lainnya, Manchester City juga berhasil mebobol QPR lewat Pablo Zabaleta dan memimpin sementara dengan skor 1-0.

Situasi ini membuat City kembali memimpin persaingan atas Setan Merah. Namun MU mulai berada di jalur juara, saat gawang City berhasil dibobol Djibril Cissé menit ke-48.

QPR memang harus bermain dengan 10 pemain tidak lama kemudian. Joey Barton diusir wasit usai menyikuti Carlos Tevez. Namun kalah jumlah, QPR justru berbalik unggul setelah Jamie Mackie mencetak gol pada menit ke-66.

Skor ini masih terus bertahan hingga injury time dan para pemain MU bersiap-siap merayakan keberhasilan mereka menjuarai Liga Inggris usai mengalahkan Sunderland.

Namun memasuki menit ke-92, Eden Dzeko berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Dan dua menit kemudian, giliran Sergio Aguero menjebol gawang QPR untuk membawa City unggul 3-2 atas QPR. Hasil ini membuat City tetap berada di puncak klasemen sekaligus memupus ambisi MU untuk menjuarai Liga Inggris 2011-12.